Keutamaan sabar dan beramal sholeh umat akhir zaman

Keutamaan sabar dan beramal sholeh umat akhir zaman
Berkata Abu Tsa’labah:“Demi Allah, aku telah bertanya kepada Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam tentang ayat itu, maka beliau ‘alaihisshalaatu wasallam bersabda yang artinya:“Beramar ma’ruf dan nahi mungkarlah kalian sehingga (sampai) kalian melihat kebakhilan sebagai perkara yang dita’ati, hawa nafsu sebagai perkara yang diikuti; dan dunia (kemewahan) sebagai perkara yang diagungkan (setiap orang mengatakan dirinya di atas agama Islam dengan dasar hawa nafsunya masing-masing. Dan Islam bertentangan dengan apa yang mereka sandarkan padanya), setiap orang merasa ta’jub dengan akal pemikirannya masing-masing, maka peliharalah diri-diri kalian (tetaplah di atas diri-diri kalian) dan tinggalkanlah orang-orang awam karena sesungguhnya pada hari itu adalah hari yang penuh dengan kesabaran (hari dimana seseorang yang sabar menjalankan al haq dia akan mendapatkan pahala yang besar dan berlipat).Seseorang yang bersabar pada hari itu seperti seseorang yang memegang sesuatu di atas bara api, seseorang yang beramal pada hari itu sama pahalanya dengan 50 orang yang beramal sepertinya.” Seseorang bertanya kepada Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam yang artinya: Ya Rasulullah, apakah pahala 50 orang dari mereka?” Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam berkata: “Pahala 50 orang dari kalian (para Sahabat Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam)”

{HR.Abu Daud: 4341, At Tirmizi: 3058, dan dihasankan olehnya; Ibnu Majah: 4014, An Nasai dalam kitab Al Kubro: 9/137-Tuhfatul Asyrof, Ibnu Hibban: 1850-Mawarid, Abu Nuaim dalam Hilyatul Aulia: 2/30, Al Hakim: 4/322-dishohihkan dan disetujui oleh Adz Dzahabi, Ath Thahawi dalam Misykalul Atsar: 2/64-65, Al Baghowi dalam Syarhu Sunnah: 14/347-348 dan dalam Ma’alimul Tanzil: 2/72-73, Ibnu Jarir Ath Thabari dalam Jamiul Bayan: 7/63, Ibnu Wadloh Al Qurtubi dalam Al bida’u wa nahyuanha: 71, 76-77; Ibnu Abi Dunya dalam Ash Shobr: 42/1} Hadits Tsabit dari Rasulullah dengan syawahidnya (jalan lainnya).

Membaca hadist di atas, diharapkan membuat kita semakin semangat untuk beramal sesuai sunnah Rosululloh alaihisshalaatu wasallam. Bagaimana tidak, amalan kita akan di ganjar 50 kali lipat dari amalan para sahabat. Padahal kita tahu bawah jika kita berinfaq emas sebesar gunung uhud, maka tidak akan sebanding dengan emas segenggam yang di infaq kan oleh para sahabat. Tetapi bersabar dengan amal sholeh yang sesuai dengan tuntunan yang benar, ditengah banyaknya orang yang mencerca, menghina dan mencela, maka kita akan di hadiahkan 50 kali lipat dari amalan para sahabat. 

Lalu amalan seperti apa yang bisa mendapatkan ganjaran 50 kali dari amalan para sahabat..? Yaitu amalan yang pernah di lakukan oleh Rosululloh alaihisshalaatu wasallam dan para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya. Bukan amalan yang di karang (bid'ah) yang belum pernah di praktekkan oleh rosululloh alaihisshalaatu wasallam, bukan amalan yang hanya berdasarkan perasaan dan dugaan bahwa amalan itu bagus. ataupun bukan amalan yang sudah menjadi adat istiadat keturunan nenek moyang.

Simak dan perhatikan hadist berikut :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju pekuburan lalu beliau membaca: “Keselamatan bagi kamu wahai para penghuni kubur orang-orang mukmin. Jika Allah berkehendak, kami akan menyusul kalian. Sungguh saya ingin melihat saudara-saudara kami." 
Maka para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara anda." 
Baginda menjawab: "Bahkan kalian adalah sahabat-sahabatku. Tetapi saudara-saudaraku adalah yang akan datang nanti (di akhirat), pada saat aku menunggu mereka di tepi telaga."
Mereka berkata; "Wahai Rasulullah, bagaimana engkau bisa mengenali orang yang datang sepeninggalmu dari umatmu?" 
Rasulullah menjawab: "Bagaimana pendapatmu jika ada seorang lelaki yang memiliki kuda putih cemerlang di antara kuda hitam yang pekat, bukankah dia mengetahuinya?" 
Mereka menjawab: "Ya benar wahai Rasulullah." 
Beliau bersabda: "Sesungguhnya mereka datang pada Hari Kiamat dengan putih bersinar kerana (bekas) wudhu. Saya yang akan menyambut mereka di telaga. Maka jangan sampai ada yang terusir dari telagaku, sebagaimana unta tersesat yang terusir. Saya memanggil mereka: 'Kemarilah, ayo kemarilah, datanglah  kemari! Tiba-tiba ada yang menegur: Sesungguhnya mereka telah mengganti (agamanya) sepeninggalmu. Maka saya berkata: Menjauhlah, Menjauhlah, Menjauhlah."

Dalam lafaz yang lain yang dikeluarkan oleh al-Bukhari, no. 6584 dan Muslim, no. 2291 disebut Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (dalam agama ini) setelah (kewafatan) engkau ...

Jadi apakah umat yang berani  merubah dan menambah ajaran rosululloh alaihisshalaatu wasallam yang akan mendapatkan ganjaran 50 kali dari amalan para sahabat..?? Tentu tidak. Justru orang-orang seperti ini (yang tidak menerima amalannya di katakan bid'ah) selalu mencela apa yang di amalkan oleh orang-orang yang berusaha berpegang teguh dengan sunnah yang jelas ada dasarnya. Sesungguhnya bid'ah itulah yang di maksud perkara yang akan merubah agama yang di bawa rosululloh alaihisshalaatu wasallam. 

Bisa anda bayangkan rosululloh memerintahkan "panjangkan jenggot", tetapi kaum muslimin yang mengaku cinta rosul, mengatakan "ada kambing berjalan." Rosululloh alaihisshalaatu wasallam "melarang pakai celana melebihi mata kaki", maka apa kata para pengikut hawa nafsu, "orang kebanjiran". Tetapi anehnya di saat ada amalan bid'ah mereka yang di tiru dari kaum kafir malah di bangga-banggakan, di anggap sebagai bentuk cinta kepada Rosululloh. Seperti perayaan kenaikkan isya al masih, maka umat islam meniru di adakan perayaan isra' mi'raj (naiknya rosululloh ke langit). Mereka semangat merayakannya, padahal tidak ada satu riwayatpun bahwa isra' mi'raj pernah di rayakan oleh rosululloh alaihisshalaatu wasallam, maupun di rayakan oleh para sahabat. Ini semua jebakan syetan yang sangat halus, sehingga tidak di sadari bahwa kita sudah di bawa menjadi seperti kaum kufar.

Marilah saudaraku seiman.. jaga diri kita dari amalan yang tidak jelas dalilnya, dan bersemangatlah mengamalkan sunnah agar kita mendapatkan Keutamaan sabar dan beramal sholeh umat akhir zaman. Amiiin.

Post a Comment

2 Comments