Kebodohan akibat sebuah pengertian
Dari judulnya aja sulit untuk di mengerti ya... hehehe.., tulisan ini saya buat sebagai akibat dari orang-orang yang menyandarkan dirinya dari buku semata, yang mana bukunya dari karangan seseorang yang karangan tersebut untuk di perdagangkan dengan harapan untuk mendapatkan sebuah keuntungan. (betul gak... kalau untuk mendapat kerugian gak bakalan ada yang mau ngarang buku lagi.) Tidak bermaksud mengharamkan untuk membaca buku, tetapi buku tetap di butuhkan untuk menambah wawasan pemahaman terhadap suatu bidang ilmu yang di bagi dari seorang yang memang pakar di bidang tersebut. Yang jadi permasalahan adalah ketika sebuah buku memaksakan pengertian dari sebuah istilah kata yang mengharuskan kita untuk mengikuti pendapat tokoh atau ahli tertentu, yang mana terkadang pengertian dari para ahli tersebut malah membuat ketidakpahaman terhadap istilah tersebut. Singkatnya jangan mempersulit sesuau yang mudah. Untuk lebih memperjelas artikel yang kurang jelas ini, maka saya paparkan beberapa contoh di bawah ini :

Seorang guru atau dosen mewajibkan siswanya untuk menjawab pertanyaan mengenai pengertian dari berberapa istilah dan harus berdasarkan pendapat para ahli, contoh soalnya:
  1. Jelaskan pengertian buku menurut Buckingham dan
  2. Jelaskan pengertian rumah menurut LILLY T. ERWIN dan MONA SINTIA, SP !
  3. Jelaskan pengertian komputer menurut Donald H. Saders !
Jawabannya
  1. Buku menurut Buckingham adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran. dan buku menurut Hall-Quest adalah rekaman susunan rasial yang disusun unruk maksud-maksud dan tujuan-tujuan instruksional.
  2. Rumah menurut LILLY T. ERWIN adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan berkumpul suatu keluarga. Rumah juga merupakan tempat seluruh anggota keluarga berdiam dan melakukan aktivitas yang menadi rutinitas sehari-hari. dan Pengertian rumah menurut Mona Sintia, SP adalah merupakan jantung kehidupan yang semestinya dapat menjadi sumber kedamaian , sumber inspirasi, dan sumber 
  3. Komputer menurut Donald H. Saders adalah merupakan suatu system elektronik yang dapat memanipulasi data dengan cepat dan tepat serta dirangcang dan diorganisasikan secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang sudah tersimpan di dalam sebuah memory
Nah tuh lihat contohnya bisa kebayangkan isi otak dari para siswa jika harus menghafal semua pengertian tanpa mementingkan kemampuan siswa dalam memahami dan mempraktekkan ilmu yang di dapat.

Tujuan dari sebuah pengertian atau sebuah definisi adalah untuk membuat orang agar mudah dalam memahami sebuah ilmu, Sehingga di harapkan ilmu tersebut bisa bermanfaat dan di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak asal menghafal tanpa manfaat dan tujuan yang jelas.

Seharusnya kebutuhan sebuah definisi hanya untuk sesuatu yang abstrak atau yang tidak di ketahui bentuknya, sehingga di butuhkan sebuah definisi atau pengertian agar para penuntut ilmu bisa lebih memahami ilmu yang di ajarkan, bukan seperti contoh di atas, masa rumah, komputer, dan buku dibuat definisi... emang ada manusia yang tidak tau rumah, tidak tau buku...?  Jika memang  ada yang tidak paham akan suatu benda, maka tunjukkan aja bendanya , ini loh yang namanya komputer...? tidak perlu membuat sebuah definisi yang malah membuat orang lain tambah tidak paham. TIDAK ADA SATU PERUSAHAAN PUN YANG MENERIMA PEGAWAINYA HANYA UNTUK MENGHAFAL SEBUAH DEFINISI SECARA TEORI, TETAPI YANG PENTING ADALAH PEMANFAAT DARI SISI PRAKTEK DAN HASIL DARI ILMU YANG DI PELAJARI.....

Apalagi katanya kita bebas dalam berpendapat tetapi di sekolah-sekolah masih saja memaksakan pendapat seperti menghafal definisi menurut pakar ini dan pakar itu... Jika siswa paham dengan istilah tersebut maka biarkan dia menguraikan pendapatnya tentang sebuah istilah tersebut, tetapi jika tidak maka jelaskan istilah tersebut menurut kadar kemampuannya dalam memahami, tidak harus memaksakan menghafal sebuah pengertian tetapi tetap tidak paham juga. Sehingga sebuah ilmu yang seharusnya menambah pintar malah menciptakan Kebodohan akibat sebuah pengertian.