Guru yang bodoh atau siswa yang bodoh
Ketika jalan-jalan santai menelusuri dumay, saya menemukan sebuah artikel menarik dengan kalimat : "Carikan Saya Anak Yang Paling Bodoh" yang di ucapkan oleh seorang Prof. Yohanes Surya PhD. Anda tentu sudah mengenal namanya, beliau adalah seorang pengajar yang sukses dalam mengajarkan fisika kepada anak-anak Indonesia hingga dapat menjuarai tingkat dunia. 

Yang menarik buat saya adalah, beliau mengatakan bahwa orang Indonesia itu cerdas, jika diberi kesempatan dan dilatih dengan baik. Beliau mengatakan,”tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar.” Untuk membuktikan pendapatnya ini, maka beliau pergi ke Papua untuk mencari murid yang paling bodoh, yang paling sering tinggal kelas, yang tidak bisa menjumlahkan, pokoknya yang bodohnya tak ketulungan lah kata orang Jakarta. Mereka dibawa ke Jakarta, dalam tempo 6 bulan anak anak itu sudah menguasai pelajaran kelas 1 sampai kelas 6 SD. Ada satu orang anak yang sudah 4 tahun tinggal kelas di kelas 2 SD, dilatih kemudian menjadi juara nasional untuk olimpiade matematika, dan juga menjadi juara lomba membuat robot tingkat nasional. Banyak dari antara anak anak papua yang paling bodoh itu, yang kampungnya paling terpencil, dimana semua orang masih pakai koteka, setelah di latih oleh guru yang baik dan metode yang benar, setelah di beri kesempatan, maka pada tahun 2011, anak-anak itu menjadi juara Olimpiade Sains dan Matematika Asia , dengan merebut emas, perak dan perunggu.

Prof. Yohanes Surya PhD

Nah... lalu bagaimana dengan kondisi siswa-siswa yang di nilai bodoh oleh para gurunya, siswa yang selalu mendapat nilai rendah yang memalukan keluarga, masyarakat dan negaranya...? Apakah pantas seorang guru yang mengaku menguasai sebuah bidang mata pelajaran tetapi tidak bisa membuat siswa paham atas ilmu yang di akui sebagai pakarnya di bidang tersebut... Lalu menyatakan sebab kegagalan sebuah pendidikan di karenakan anaknya yang bodoh, susah untuk menerima penjelasn materi...?

Sebagai seorang guru, maka guru tersebut seharusnya menguasai selain bidang materinya tetapi juga memahami metode yang benar agar semua siswa dari kalangan yang pintar sampai yang paling bodoh dapat dengan mudah menyerap ilmu yang di ajarkan. Tidak hanya mengandalkan masuk dan mengajar sesuai waktu, tanpa melihat dampak dan hasil dari proses pembelajaran yang dia ajarkan. Saya sangat sedih dan kecewa ketika melihat seorang guru dengan lantang bahwa kegagalan seorang siswa di sebabkan oleh kebodohan siswa tersebut, lalu meminta pujian dan tunjangan sebagai jerih payahnya karena telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa.

Makanya terkait dengan tunjangan sertifikasi seharusnya tidak di berikan kepada sembarang guru (tenaga pengajar) tetapi tunjangan sertifikasi hanya di berikan kepada guru yang berhasil mendidik anak dari yang bodoh menjadi berprestasi. Bagi yang merasa ingin mendapatkan tunjangan sertifikasi maka guru tersebut harus membuktikan hasil pengajaran yang telah dia berikan kepada siswa, tidak hanya sekedar manipulasi nilai raport, tetapi bukti dari kejuaran dari lomba kecerdasan yang di ikuti oleh siswa yang di ajar.

Tidak akan ada anak yang bodoh jika gurunya pintar dalam menyampaikan materi, dengan metode yang mudah untuk di pahami dan diterima oleh semua siswa, Jika anak-anak Papua bisa menjadi juara olimpeade fisika, juara olimpiade matematika, Juara membuat robot, maka semua anak-anak Indonesia yang paling bodoh sekalipun diseluruh nusantara, jika diberi kesempatan dan dibimbing dengan metode yang benar, maka sangat mungkin menciptakan 30000 doktor yang tersebar diseluruh Indonesia, ketika itu terjadi maka kemajuan negeri kita akan sama dengan USA, bahkan seperti pelajar Indonesia yang juara Olipiade Fisika, maka kita bisa jadi juara dunia, semua mungkin jika kita berusaha.

Yang nama pelajar tentu untuk belajar dari yang tidak tau menjadi tau, dan yang namanya pengajar tentu untuk mengajar para pelajar dari yang tidak diketahui menjadi tau. Lalu jika pelajar tetap tidak paham dan tidak tahu dalam sebuah materi pelajaran..? siapa yang bodoh..? Guru yang bodoh atau siswa yang bodoh..