menghafal Al-Qur'an
Mari Memotivasi diri menghafal Al-Qur'an-. Sekilas diri ini terhempas, ketika melihat video wawancara seorang tunanetra penghafal Al-Qur'an yang bernama Muath. Tergambarkan dari hasil wawancara tersebut, Beliau ingin sekali menghafal Al-Qur'an, sehingga butuh seorang guru ngaji yang akan mengajarkannya menghafal Al-Qur'an. Adapun guru ngajinya bertempat tinggal sangat jauh dengan kediamannya. Dengan kondisi tunanetra dia menempuh jarak yang cukup jauh untuk menemui gurunya hanya sekedar menghafal 1 ayat setiap harinya. Itupun gurunya hanya memberi jatah belajar ngaji 3 hari dalam seminggu. Yang sebelumnya cuma 2 hari, tapi karena desakkan dari semangatnya untuk menghafal Al-Qur'an, akhirnya sang guru ngaji menambah satu hari untuk belajar hafalan Al-Qur'an.


Wawancara ini menjadi sangat menarik, ketika Muath bercerita bahwa dia tidak ingin matanya di sembuhkan oleh Allah -Subhanahu'wata'ala- Dan dia bersyukur atas nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya. Seperti yang saya kutip di bawah ini :

Saya bersyukur kepada Allah atas hadiah ini kepadaku...,
Ia mengambil penglihatan saya...,
Saya memuji dan bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya....
Dalam sholatku, saya tidak pernah meminta kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatanku…

Agar bisa menjadi keselamatan bagiku pada hari pembalasan (kiamat)…

Sehingga Allah meringankan perhitungan (hisab) pada hari tersebut...

Nanti di saat saya berdiri di hadapan-Nya, takut dan gemetar…

Dan Dia akan bertanya, apa yang sudah kau lakukan dengan Al-Qur’an ini?”..

Saya hanya berdo’a semoga Allah meringankan perhitungan-Nya…

Dan Allah memberikan Rahmat-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya…

Tapi Allah telah memberkahi saya dengan Al_qur’an…

Pada saat ini, kita lihat banyak kaum muslimin yang mampu melihat namun bermala-malasan dalam menghafal Al-Qur’an…

Ya Allah, bagaimana alasan kami di hadapan-Mu kelak…

Ini video wawancaranya...


 Semoga membawa berkah dan hidayah bagi kita semua amiin....