Istirahat adalah suatu kegiatan untuk melepas semua kelelahan dan kepenatan hidup. Untuk mencapai istirahat yang sebenarnya bukanlah suatu yang mudah, di butuhkan banyak keringat dan tenaga agar bisa mencapai istirahat yang sebenarnya. Banyak orang menilai bahwa kematian adalah tempat peristirahatan yang terakhir. Ternyata hal itu tidak selalu benar, karena kematian bisa merupakan awal dari selesainya sebuah istirahat menuju kesibukkan yang melelahkan, Hal ini tergantung dari yang kita perbuat selama hidup.

Lelahnya kehidupan ini, membuat kita ingin menggapai sebuah istirahat yang bisa menghilangkan semua kelelahan, tetapi terkadang istirahat yang di lakukan juga merupakan sebuah kelelahan. Memang kematian sekilas mengingatkan kita akan terhentinya semua kegiatan kesibukkan, tetapi kita tidak pernah tau akan kelelahan yang akan kita temui setelah kematian sebagai akibat dari perbuatan kita di dunia.

Hidup itu adalah sebuah pilihan, ingin istirahat di dunia maka kita akan di hadapkan dengan kesibukkan setelah kematian datang, yaitu hari yang penuh dengan siksa sebagai balasan dari semua amal yang buruk, Hari yang tidak mengenal jam istirahat, walau sesaat. Sedangkan jika ingin mendapatkan istirahat setelah kematian, maka kita harus bersusah payah memaksakan diri untuk selalu taat dalam ibadah, menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, dan bersabar dengan ujian dan bertahan di atas ketaatan sampai kematian menjelang.

Banting tulang, dan segala kesibukkan yang kita lakukan untuk mencapai kebutuhan dunia, adalah suatu kesibukkan yang hanya sia-sia belaka, jika semuanya tidak di niatkan untuk ketaatan dalam ibadah kepada Allah Subhanahu wata'ala.
"Sungguh sekiranya kehidupan di dunia ini, bisa di lihat dari sudut pandang yang benar, maka akan di rasakan sesaknya napas, dan lelahnya jiwa, karena hampir seluruh sisi kehidupan sudah di penuhi dengan nilai dosa dan kemaksiatan. Sedangkan kita berusaha untuk menghindar dan bertahan dengan ketaatan seorang diri"